Beranda › Berita › Therapedic
Therapedic

Therapedic Hadir di Workshop "Optimalkan ReCharge Energi"

2026-10-07
Therapedic Hadir di Workshop "Optimalkan ReCharge Energi"

Jakarta, 7 Oktober 2026. Therapedic hadir sebagai partner eksklusif dalam Wellness Workshop "Optimalkan ReCharge Energi" di gedung WTC 2, yang dihelat oleh Permata Bank bersama Sleep Spa Technology, berkolaborasi dengan NapLab dan GorryWell. Dihadiri 1.051 peserta, acara ini menghadirkan sleep physician dr. Andreas Prasadja, RPSGT, dengan satu pesan utama: tidur berkualitas membangun energi positif dan hasil produktif.

Kenapa Tidur Dibahas di Ruang Kerja?

Workshop ini mengajak karyawan melihat tidur sebagai bagian dari persiapan kerja. Cara kita tidur malam ini ikut menentukan seberapa fokus kita besok di kantor. Sesi ini dipandu oleh Permata Bank Brand Ambassador, Yoga Pranata Barus.

dr. Andreas memaparkan materi mendalam mengenai korelasi langsung antara kualitas tidur, energi, dan produktivitas kerja, yang diperkuat dengan demonstrasi langsung di atas kasur. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta, lalu beralih ke Sleep Experience Zone. Di area ini, para peserta dapat merasakan langsung kenyamanan kasur, menemukan pilihan bantal yang tepat, dan berkonsultasi secara langsung dengan Sleep Consultant.

Pesan Therapedic sederhana: energi untuk bekerja disiapkan sejak malam sebelumnya. Orang yang tidurnya berkualitas akan bangun dengan badan yang siap, dan pekerjaan pertama di pagi hari terasa lebih ringan, wujud nyata dari Wake Up Ready.

Workshop ini menjadi awal untuk kebiasaan tidur yang lebih baik. Namun kalau keluhannya terus berlanjut, misalnya tetap lelah walau sudah tidur lama, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter yang menangani masalah tidur

Apa Pesan dr. Andreas Prasadja di Workshop Ini?

Sebagai praktisi kesehatan tidur dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Andreas Prasadja, RPSGT (Registered Polysomnographic Technologist), dikenal luas sebagai pelopor sleep medicine dan somnologi di Indonesia.

Ia membuka materinya dengan satu pernyataan: kesehatan tidur adalah dasar dari kualitas manusia. Kebutuhan tidur orang dewasa, katanya, sebenarnya 7 sampai 9 jam. Tantangannya, banyak orang Indonesia bangun dalam keadaan mengantuk dan tidak segar, lalu sulit berkonsentrasi di tempat kerja.

dr. Andreas juga menyoroti perbedaan dua kondisi yang sering tertukar: insomnia (kesulitan tidur) dan hipersomnia (kantuk berlebihan). Menariknya, manifestasi hipersomnia kerap berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, kantuk biasanya terlihat jelas melalui microsleep atau ketiduran. Sebaliknya, pada perempuan, kondisinya sering kali tidak kasatmata. Wujudnya bisa berupa penurunan konsentrasi di jam-jam tertentu yang berujung pada sakit kepala, sehingga kerap tidak dikenali sebagai masalah tidur. Menegaskan pentingnya akar masalah ini, ia menyimpulkan dengan lugas, "Kalau saya, pertanyaannya apa pun, jawaban saya: tidur."

Apa Hubungan dr. Andreas dengan Therapedic?

Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin erat. Sebelumnya, pada 1 Agustus 2026, NapLab di Setiabudi One, Jakarta, resmi dibuka sebagai ruang tidur siang profesional pertama di Indonesia yang mengandalkan Therapedic Indonesia sebagai mitra kasur resmi dengan lini produk khusus yang dikembangkan langsung bersama dr. Andreas.

Saat peresmian NapLab, Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie menyampaikan bahwa kolaborasi ini ditujukan bagi para profesional sibuk yang membutuhkan energi untuk menjaga kreativitas dan produktivitas. Workshop di WTC 2 ini membawa misi yang sama langsung ke tengah lingkungan perkantoran.

Kasur Apa Saja yang Dicoba Peserta?

Peserta mencoba tiga kasur Therapedic: Dr. Sleep, Arctic Cool, dan Remedy M yang dipasang di atas ranjang adjustable Sleep Spa S9000. Remedy M juga hadir di panggung. Di ranjang itu dr. Andreas sesekali duduk sambil memegang remote saat berbicara.

Bagi Therapedic, kualitas tidur terlihat dari cara seseorang bangun: tubuh yang siap bergerak, bukan tubuh yang pegal. Itulah arti Wake Up Ready, dan di situlah support kasur berperan. Kasur dengan support yang tidak maksimal akan membiarkan pinggul tenggelam lebih dalam daripada bahu, sehingga tulang belakang tidak sejajar selama berjam-jam. Sebaliknya, kasur dengan support yang tepat menahan bagian tubuh yang lebih berat, menjaga postur tetap sejajar sepanjang malam.

Kualitas support tersebut tentu bukan tanpa alasan. Therapedic International telah berpengalaman sejak 1957 di Amerika Serikat dan kini dipercaya di lebih dari 50 negara. Di Indonesia sendiri, brand ini diproduksi dan didistribusikan secara resmi oleh Massindo Group. Kini Therapedic sudah hadir di 24 kota.

Bagi peserta yang ingin merasakan pengalamannya lebih lanjut, lini kasur kolaborasi Therapedic dan dr. Andreas ini dapat dicoba secara langsung sekaligus dipesan melalui NapLab di Setiabudi One.

Untuk mengenal Therapedic dan kombinasinya dengan Sleep Spa lebih jauh, kunjungi https://therapedic.co.id dan https://sleepspatech.com.

Belanja Kasur Tanya Sleep Consultant

Berita Lainnya

Bandingkan 0